Pembelajaran PBL

Posted: Januari 22, 2013 in materi ajar

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBL)

UntukmemenuhitugasmatakuliahInovasi Pembelajaran Matematika yang diampuolehFauziyah, S. Si, M. Pd.

Di susun oleh:

  1. Puput Kurniawati                    (A.410090114)
  2. Dyah Ayu Sulistyarini                        (A.410090119)
  3. Murdiono                                (A.410090123)
  4. Fytriyanto Wisnu B.               (A.410090125)
  5. Dwi Retnowati                       (A.410090129)
  6. Fina Tri Wahyuni                    (A.410090130)
  7. Arif Hardiyanti                       (A.410090133)
  8. Windi Prasetyowati                (A.410090136)
  9. Rini Puspitasari                       (A.410090137)

 

 

PENDIDIKAN MATEMATIKA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2011

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikumWr. Wb.

PujisyukurpenulispanjatkankehadiratTuhan yang MahaEsaataslimpahankaruniadanhidayah-Nyasehinggadapatmenyelesaikanmakalahini yang berjudul “PembelajaranBerbasisMasalah (PBL)“.Penyusunanmakalahinidiharapkandapatmemberikan informasi mengenai pengertian, unsur-unsurdanlangkah-langkahpenerapanPembelajaranBerbasisMasalah (PBL).

Dalampenyusunanmakalahini, penulisjugamenyampaikanucapanterimakasihkepada :

  1. Fauziyah, S. Si, M. Pd. SelakudosenmatakuliahInovasi Pembelajaran Matematika yang memberikanpengarahanselamamenyusunmakalah.
  2. Orangtuapenulis yang selalumemberikandukungandandoakepadapenulis.
  3. Teman-temankelas IVC jurusanPendidikanMatematikadansemuapihak

yangtelahmembantuterselesainyamakalahini.

Penulismemilikiketerbatasandankekurangandalammenyusunmakalahini.Olehkarenaitu, penulisbersediamenerimakritikdan saran yang dapatdijadikansebagaibatuloncatan yang dapatmemperbaikimakalah di masadatang.Semogamakalahinibermanfaatdandapatmenambahpengetahuan.

Wassalamu’alaikumWr. Wb

Surakarta, 1 Mei 2011

Penulis

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………….. i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………… ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………….. iii
PENDAHULUAN………………………………………………………………..
  1. Latar Belakang……………………………………………………………………
  2. RumusanMasalah……………………………………………………………
  3. Tujuan Dan Manfaat…………………………………………………………

1

1

2

2PEMBAHASAN………………………………………………………………….

3

3

3

7

9

10

PENUTUP………………………………………………………………………..

  1. Kesimpulan…………………………………………………………………..
  2. Saran………………………………………………………………………….

12

12

13

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….14

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Salah satu faktor yang berpangaruh terhadap keberhasilan suatu pelatihan ialah pemilihan metode pelatihan yang tepat. Pemilihan metode tergantung pada tujuan, kemampuan pelatihan atau pengajar, besar kelompok sasaran, waktu pengajaran berlangsung dan fasilitas yang tersedia.

Metode untuk merubah pengetahuan dapat digunakan ceramah, tugas baca, panel dan konseling. Sedangkan untuk merubah sikap dapat digunakan metode curah pendapat, diskusi kelompok, tanya jawab serta pameran. Metode demonstrasi dan bengkel kerja lebih tepat untuk merubah ketrampilan.

Kelemahan dari metode ceramah dan tanya jawab (metode konvensional) ialah timbulnya kecenderungan peserta kepada pelatih(teacher centered). Selain itu metode konvensional juga dapat menimbulkan rutinisme, peserta tidak lagi melihat proses belajar sebagai hal – hal yang menarik, serta lebih mudah untuk dilupakan. Oleh karena itu, perlu metode baru untuk mengurangi kelemahan dari metode konvensional.

Barrows dari McMaster University of Canada menciptakan sebuah metode intruksional yang disebut belajar mandiri dan belajar bertolak dari masalah (selanjutnya disebut sebagai Problem Based Learning).

  1. B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian ringkas pada latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah dalam makalah ini sebagai berikut:

  1. Apakah pengertian Problem Based Learning?
  2. Apa sajakah unsur-unsur dalam Problem Based Learning?
  3. Bagaimana langkah-langkah Problem Based Learning?
  4. Bagaimana contoh pembelajaran menggunakan Problem Based Learning?
  1. C.    Tujuan dan Manfaat

Berdasarkan rumusan masalah yang dijelaskan di atas maka tujuan penulisan makalah ini adalah

  1. membantu siswa mengembangkan ketrampilan berfikir dan ketrampilan pemecahan masalah.
  2. belajar peranan orang dewasa yang otentik dan menjadi pelajar yang mandiri.
  3. memahami pengertian pembelajaran berbasis masalah dalam model pembelajaran.
  4. memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar.

Manfaat penulisan makalah ini adalah:

  1. Bagi penulis, diharapkan dapat lebih memahami konsep Problem Based Learning dalam pembelajaran matematika.
  2. Bagi Pendidik, diharapkan dapat mengetahui konsep Problem Based Learning dalam pembelajaran matematika dan dapat menerapkannya dalam dalam proses pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian PBL

Menurut pendapat dari David Bounddan Grahame I Feletti (1997: 37) “problem based learning is a conception of knowledge, understanding, and education profoundly different from the more usual conception underlying subject-based learning”. Berdasarkan pendapat tersebut problem based learning merupakan gambaran dari ilmu pengetahuan, pemahaman, dan pembelajaran yang sangat berbeda dengan pembelajaran subject based learning.

Menurut Bound danFeletti (Barbara, 2001: 6) “The basic principle supporting the concept of PBL is older than formal education itself; learning is initiated by a posed problem, query, or puzzle that the learner want to solve”. Pendapat Bound tersebut jika diterjemahkan mengandung arti bahwa prinsip dasar yang mendukung konsep dari PBL lebih tua dari pendidikan formal itu sendiri. Belajar diprakarsai dengan adanya masalah, pertanyaan, atau permainan puzel yang akan diselesaikan oleh peserta didik sendiri. Metode PBL merupakan bagian dalam pembelajaran kontekstual dimana guru memberikan suatu permasalahan untuk dipecahkan oleh siswa. Atau dengan kata lain pembelajaran yang berbasis pada masalah yang relevan dengan materi yang dipelajari. Guru menjelaskan tujuan logistik yang dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan masalah yang dipilih, membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar  yang berhubungan dengan masalah tersebut.

Setelah itu guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, model dan berbagi tugas dengan teman. Kegiatan selanjutnya mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau meminta kelompok presentasi hasil kerja.

Menurut Nurhadi (2004: 100) “pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran”.  Pengertian pembelajaran berbasis masalah adalah proses kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan atau memunculkan masalah dunia nyata sebagai bahan pemikiran bagi siswa dalam memecahkan masalah untuk memperoleh pengetahuan dari suatu materi pelajaran.

Barrow dalam (David O Neville, 2007: 2) mengemukakan pendapat mengenai PBLyaitu:

Instead of promoting a teacher-centered learning environment, PBL places students in the center of the instructional paradigm. This shift in pedagogical focus requires students to take control of their own learning by “identifying what they need to know to better understand and manage the problem on which they are working and determining where they will get that information

Barrow berpendapat bahwa PBL dapat menjadikan pembelajaran berpusat pada siswa. Dengan menerapkan metode PBL siswa dapat mengontrol sendiri proses pembelajarannya. Siswa dapat mengidentifikasi apa yang mereka ingin pelajari, mengendalikan masalah yang muncul dan bagaimana mencari sumberi informasinya.

 

  1. B.     Unsur-Unsur PBL

PBL memiliki unsur-unsur mendasar dalam pola pendidikannya :

  1. Integrated Learning

–        Pembelajaran mengintegrasikan seluruh bidang pelajaran

–        Pembelajaran bersifat menyeluruh melibatkan aspek-aspek perkembangan anak

–        Anak membangun pemikiran melalui pengalaman langsung

  1. Contextual Learning

–        Anak belajar sesuatu yang nyata, terjadi, dan dialami dalam kehidupannya

–        Anak merasakan langsung manfaat belajar untuk kehidupannya

  1. Constructivist Learning

–        Anak membangun pemikirannya melalui pengalaman langsung (hand on experiences)

–        Learning by doing

  1. Active Learning

–        Anak sebagai subyek belajar yang aktif menentukan, melakukan, dan mengevaluasi pelajaran (PLAN – DO – REVIEW).

  1.  Learning Interesting

–        Pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan bagi anak karena anak terlibat menentukan masalah.

 

  1. C.    Langkah-Langkah PBL

PBM  berlangsung dalam enam fase, yaitu:

Fase 1: Pengajuan permasalahan. Soal yang diajukan seperti dinyatakan sebelumnya harus tidak terstrktur dengan baik, dalam arti untuk penyelesaiannya diperlukan infoemasi atau data lebih lanjut, memungkinkan banyak cara atau jawaban, dan cukup luas kandungan materinya.

Fase2: Apa yang diketahui diketahui dari permasalahan?  Dalam fase ini setiap anggota akan melihat permasalahan dari segi pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.  Kelompok akan mendiskusikan dan menyepakati batasan-batasan mengenai permasalahan tersebut, serta memilah-memilah isu-isu dan aspek-aspek yang cukup beralasan untuk diselidiki lebih lanjut.  Analisis awal ini harus menghasilkan titik awal untuk penyelidikan dan dapat direvisi apabila suatu asumsi dipertanyakan atau informasi baru muncul kepermukaan.

Fase 3: Apa yang tidak diketahui dari permasalahan?  Disini anggota kelompok akan membuat daftar pertanyaan-pertanyaan atau isu-isu pembelajaran yang harus dijawab untuk menjelas permasalahan.  Dalam fase ini, anggota kelompok akan mengurai permasalahan menjadi komponen-komponen, mendiskusikan implikasinya, mengajukan berbagai penjelasan atau solusi, dan mengembangkan hipotesis kerja.  Kegiatan ini seperti fase “brainstorming” dengan evaluasi; penjelasan atau solusi dicatat. Kelompok perlu merumuskan tujuan pembelajaran, menentukan informasi yang dibutuhkan, dan bagaimana informasi ini diperoleh.

Fase 4: Alternatif Pemecahan.  Dalam fase ini anggota kelompok akan mendiskusikan, mengevaluasi, dan mengorganisir hipotesis dan mengubah hipotesis.  Kelompok akan membuat daftar “Apa yang harus dilakukan?” yang mengarah kepada sumberdaya yang dibutuhkan, orang yang akan dihubungi, artikel yang akan dibaca, dan tindakan yang perlu dilakukan oleh para anggota.  Dalam fase ini anggota kelompok akan menentukan dan mengalokasikan tugas-tugas, mengembangkan rencana untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.  Informasi tersebut dapat berasal dari dalam kelas, bahan bacaan, buku pelajaran, perpustakaan, perusahaan, video, dan dari seorang pakar tertentu. Bila ada informasi baru, kelompok perlu menganalisa dan mengevaluasi reliabilitas dan kegunaannya untuk penyelesaian permasalahan yang sedang dihadapi.

Fase 5: Laporan dan Presentasi Hasil. Pada fase ini, setiap kelompok akan menulis laporan hasil kerja kelompoknya. Laporan ini memuat hasil kerja kelompok dalam fase-fase  sebelumnya diikuti dengan alasan mengapa suatu alternative dipilih dan uraian tentang alternative tersebut. Pada bagian akhir setiap kelompok menjelaskan konsep yang terkandung dalam permasalahan yang diajukan dan penyelesaian yang merekaajukan. Misalnya, rumus apa yang mereka gunakan. Laporan ini kemudian dipresentasikan dan didiskusikan dihadapan semua siswa.

Fase 6: Pengembangan Materi. Dalam fase ini guru akan mengembangkan materi yang akan dipelajari lebih lanjut dan mendalam dan memfasilitasi pembelajaran berdasarkan konsep-konsep yang diajukan oleh setiap kelompok dalam laporannya.

Dengan memperhatikan kegiatan pada setiap fase, para peserta didik menggunakan banyak waktunya untuk mendiskusikan masalah, merumuskan hipotesis, menentukan fakta yang relevan, mencari informasi, dan mendefinisikan isi pembelajaran itu sendiri. Tidak seperti pembelajaran tradisional, tujuan pembelajaran dalam PBM tidak ditetapkan dimuka. Sebaliknya, setiap anggota kelompok akan bertanggungjawab untuk membangun isi-isu atau tujuan berdasarkan analisa kelompok tentang permasalahan yang diberikan.

  1. D.    Contoh Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning

Fase 1: Pengajuan Permasalahan

Seorang ibu dengan seorang puteri usia 7 tahun mendapat tunjangan asuransi sebesar Rp 20.000.000 sehubungan meninggal suaminya.  Bantu ibu tersebut untuk merencanakan penggunaan dan pengalokasian uang tersebut secara maksimal sehingga si anak dapat membiayai puterinya masuk perguruan tinggi dengan kualitas yang baik, UMS misalnya.

Fase 2: Apa yang diketahui?

Setiap kelompok mendiskusikan:

  • Sianak berusia 7 tahun; artinya perlu 4 jenjang pendidikan atau 14 tahun:

–          SD/MI: 6 tahun

–          SMP/MTs: 3 tahun

–          SMA/SMK?MA: 3 tahun

–          PT: 4 tahun

  • Dana yang tersedia adalah Rp20.000.000
  • Pekerjaan ibu tidak ada datanya

Fase 3: Apa yang tidak diketahui?

  • Berapakah biaya pendidikan di masing-masing jenjang?

–          Berapa besar?

–          Dimana info ini dapat diperoleh?

  • Berapakah biaya hidup selama kurun waktu tersebut?

–          Berapa besar?

–          Dimana info ini dapat diperoleh?

  • Apakah dana yang tersedia cukup untuk keperluan itu?

–          Berapa total biaya?

–          Cukupkah?

  • Apakah inflasi akan mempengaruhi dana tersebut?

–          Berapa besar inflasi tahun lalu?

–          Berapa besar inflasi tahun depan?

–          Dimana info ini diperoleh?

  • Dapatkah si ibu berusaha untuk mengelola dana?

–          Apa yang dapat dilakukan?

–          Apakah pengaruhnya terhadap si anak?

–          Apakah pengaruhnya terhadap biaya hidup?

  • Apa yang harus dilakukan dengan dana tersebut?

–          Dagang? Berapa modalnya? Berapa keuntungannya? Dimana dapat diperoleh infonya? Cukupkah untuk biaya pendidikan dan biaya hidup?

–          Deposito? Berapa persen bunganya? Cukupkah untuk biaya pendidikan dan hidup?

  • Apa tugas masing-masing anggota?

Fase 4: Alternatif Pemecahan

  • Usaha apa saja yang dapat dilakukan?
  • Mungkin tidak dilakukan beberapa usaha?
  • Usaha apa yang paling maksimal hasilnya?
  • Apakah usaha yang maksimal tersebut dapat mengganggu kehidupan ibu dan anak?

Fase 5: Laporan dan Presentasi

  • Apa sistematikanya?
  • Apa tugas masing-masing anggota?

Fase 6: Pengembangan Materi dan Pembelajarannya

  • Apa materi utama dari permasalahan ini?
  • Apa materi prasyaratnya?
  • Apa implikasi selanjutnya dari materi ini?

PENUTUP

  1. A.                Kesimpulan

Kesimpulan dari makalah ini adalah:

  1. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah.
  2. PBL memiliki unsur-unsur mendasar dalam pola pendidikannya :Integrated Learning, Contextual Learning, Constructivist Learning, Active Learning, Learning Interesting
  3. PBM berlangsungdalamenam fase, yaitu:
    1. a.      Fase 1: Pengajuanpermasalahan
    2. b.      Fase2: Apa yang diketahuidiketahuidaripermasalahan? 
    3. c.       Fase 3: Apa yang tidakdiketahuidaripermasalahan?
    4. d.      Fase 4: AlternatifPemecahan.
    5. e.       Fase 5: LaporandanPresentasiHasil.
    6. f.        Fase 6: PengembanganMateri
    7. B.                 Saran

Saran dari makalah ini adalah:

  1. Pendidik sebaiknya menggunakan Pendekatan Berbasis Masalah (PBL) untuk mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampilan pemecahan masalah.
  2. Pendidik diharapkan dapat mengetahui konsep Problem Based Learning dalam pembelajaran matematika dan dapat menerapkannya dalam dalam proses pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s