Inovasi Pendidik

Posted: Januari 17, 2013 in materi ajar

INOVASI TENAGA PENGAJAR

 

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Inovasi Pendidikan yang diampu oleh Muhroji

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                          Disusun Oleh

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2011

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kegiatan penulisan makalah yang berjudul”Inovasi Tenaga Pengajar” dapat terlaksana dengan baik.

Makalah ini disusun dengan harapan agar dapat menjadi salah satu referensi dalam usaha peningkatan profesionalitas guru dan bagaimana langkah strategis yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru sebagai komponen utama dalam proses pembelajaran.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

  1. Bapak Muhroji selaku dosen mata kuliah Inovasi pendidikan yang memberikan pengarahan selama menyusun makalah.
  2. Orangtua penulis yang selalu memberikan dukungan dan doa kepada        penulis.
  3. Teman-teman kelas IVC jurusan Pendidikan Matematika dan semua pihak

yang telah membantu terselesainya makalah ini.

Kepada para pembaca, kami berharap makalah  ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan dan krlengkapan.Oleh karena itu,demi kesempurnaan penyusunan makalah ini,penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.Akhirnya,kami ucapkan terima kasih.

Surakarta,  Maret 2011

Penulis

 

DAFTAR ISI

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.                Latar Belakang

Tenaga guru adalah salah satu tenaga kependidikan yang mempunyai peran sebagai salah satu factor penentu keberhasilan tujuan pendidikan ,karena guru yang langsung bersinggungan dengan peserta didik,untuk memberikan bimbingan yang akan menghasilkan tamatan yang diharapkan.Oleh karena itu,dalam manajemen pendidikan peranan guru dalam upaya keberhasilan pendidikan selalu ditingkatkan ,kinerja, atau prestasi kerja guru harus selalu ditingkatkan mengingat tantangan dunia pendidikan untuk menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di era global.

Kondisi kerja saat ini pada bidang pendidikan masih sulit ditemukan seorang guru yang benar-benar mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan yang mereka tempuh saat kuliah, di lapangan banyak di antara guru mengajarkan mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya. Masih banyak lagi kekurangan yang ada pada pihak pendidik dalam proses melangsungkan pembelajaran.Di antaranya adalah mengenai kurangnya motivasi dalam bekerja dikarenakan tidak adanya unsur pendorong.Selain itu,mengenai kinerja guru.Kinerja guru ber­kaitan dengan tugas perencanaan, pe­ngelolalan pembelajaran dan penilaian hasil belajar siswa.

Sebagai perencana, maka guru harus mampu mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kondisi di lapangan, sebagai pengelola maka guru harus mampu menciptakan iklim pem­belajaran yang kondusif sehingga siswa dapat belajar dengan balk, dan sebagai evaluator maka guru harus mampu me­laksanakan penilaian proses dan hasil belajar siswa. .(Sanjaya (2005:13-14)).

Gejolak tersebut muncul karena kurangnya suatu profesioanal seorang guru dalam melaksankan tugas yang dibebankan kepadanya.

  1. B.                 Rumusan Masalah
    1. Apakah pengertian dan peran tenaga guru?
    2. Pengertian inovasi tenaga guru?
    3. Apa saja langkah yang harus dilakukan dan ditindak lanjuti untuk mewujudkan tenaga pendidik profesional dan kompeten dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya?
  1. C.                Tujuan Penulisan
    1. Sebagai bahan pertimbangan untuk menindaklanjuti langkah-langkah strategis dalam upaya meningkatkan semangat kerja tenga pendidik .
    2. 2.      Penulisan ini memberikan penjelasan prinsip-prinsip yang harus dimiliki dan ditingkatkan oleh seorang guru sebagai pendidik sehingga dapat lebih profesional dan kompeten dalam menjalankan profesinya, untuk dapat melahirkan keluaran pendidikan yang bermutu.

 

  1. Manfaat Penulisan

Sebuah penulisan dipandang bermakna apabila hasil tulisannya bermanfaat, baik secara teoritis maupun praktis.

  1. Secara Teoritis

Penulisan ini akan menambah wawasan dan pengetahuan tentang apa saja langkah yang harus dilakukan untuk mewujudkan guru profesional.

  1. Secara Praktis

Bagi penulis,sebagai upaya melatih diri agar dapat menerapkan informasi dari teori-teori,serta membiasakn diri dalam penulisan-penulisan berikutnya.

INOVASI TENAGA GURU

  1. A.                Pengertian dan Peran Tenaga Guru
    1. Pengertian

Menurut UU NO 14 Thn 2005 Bab 1 Pasal 1 (1), guru  adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

  1. Peran Tenaga Guru

Peranan diartikan sebagai seperangkat tingkah laku atau tugas yang harus atau dapat dilakukan seseorang pada situasi tertentu sesuai dengan fungsi dan kedudukannya. Secara umum banyak sekali peranan yang mesti dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah. Namun, peranan guru yang paling pokok berhubungan erat dengan tugas dan jabatannya sebagai suatu profesi. Tugas guru secara profesional menurut Sutan Zanti Arbi dalam Wahyudin et.al (2007:9.32) meliputi:

v  Mendidik

Yaitu,pemberian bimbingan pada anak agar potensi yang dimilikinya berkembang seoptimal mungkin dan dapat meneruskan serta mengembangkan nilai-nilai hidup. Sebab tugas guru disamping menyampaikan ilmu pengetahuan, juga mencakup pembentukan nilai-nilai pada diri murid yang tertuju pada pengembangan seluruh aspek kepribadian murid secara utuh agar tumbuh menjadi manusia dewasa.

v  Mengajar

Yaitu,memberikan pengajaran dalam bentuk penyampaian pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan ketrampilan (psikomotor) pada diri murid agar dapat menguasai dan mengembangkan ilmu dan teknologi. Guru sebagai pengajar lebih menekankan pada pelaksanaan tugas merencanakan, melaksanakan proses belajar-mengajar dan menilai hasilnya. Untuk melaksanakan tugas ini, guru disamping harus menguasai materi atau bahan yang akan diajarkan, juga dituntut untuk memiliki seperangkat pengetahuan dan ketrampilan teknis mengajar.

v  Pembimbing

Yaitu,guru lebih menekankan pada tugas memberikan bantuan kepada siswa agar dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.

v  Administrator kelas

Yaitu,akan memadukan ketatalaksanaan pengajaran dengan ketatalaksanaan pada umumnya.

 

  1. B.                 Pengertian Inovasi Tenaga Guru

Inovasi tenaga guru merupakan suatu ide,kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invensi maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau memecahkan suatu masalah tertentu.Dalam permasalahan inovasi tenaga guru,dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan hasil belajar karena guru merupakan salah satu komponen utama suksesnya proses pembelajaran.

  1. C.                Tuntutan Guru

Meningkatkan mutu pendidikan adalah sebuah keharusan,biarpun membutuhkan adanya upaya perbaikan di semua sector yang mendukung dunia pendidikan itu sendiri.

Prasyaratnya adalah sarana dan prasarana pendidikan yang memadai,di antaranya gedung sekolah yang representative,fasilitas perpustakaan, sistem pendidikan,anggaran yang cukup dan guru sebagai tenaga pendidik.

Dalam upaya meningkatkan pendidikan,guru mendapatkan sorotan yang cukup tajam,sebab dengan segenap fasilitas pendidikan seadanya,dituntut untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar biarpun harus di tempat yang terpelosok sekalipun.Banyak pakar pendidikan yang memberikan pemikirannya di seputar guru untuk menjalankan tugasnya secara professional.

Berikut beberapa tuntutan profesionalisme guru:

  1. Kualifikasi Akademis

Guru atau tenaga pendidik harus memenuhi kualifikasi berupa ijazah S-1 atau D-4 yang diterapkan secara pukul rata termasuk guru senior yang sudah mempunyai pengalaman bertahun-tahun . Dalam hal ini pada prakteknya kemudian dipaksakan hanya sekedar mencari formalisasi ijazah agar memenuhi prasyarat menjadi guru/ tenaga pendidik dengan tanpa memperhitungkan ilmu pengetahuan yang harus dipertanggungjawabkan dalam dunia keilmuan.Semestinya hal ini dipertimbangkan kapasitas keilmuan yang dimilikinya.

  1. Adanya motivasi yang tinggi

Motivasi mengarah pada bagaimana caranya guru muncul gairah dalam melaksankan tugasnya.Kerja keras guru untuk menyumbangkan segenap kemampuan,pikiran dan keterampilan untuk tujuan pendidikan.Sebagai guru,seorang pendidik harus ada motivasi untuk mendidik.Tanpa bekal motivasi,tidaklah berhasil seorang guru untuk mendidik.Jikalau mengajar hanyalah paksaan.

  1. Adanya  wujud pengabdian yang tulus

Bagi seorang guru mempunyai kewajiban untuk mendarmabaktikan seluruh hidupnya untuk kepentingan dunia pendidikan dengan tanpa pamrih. Julukan  pahlawan tanpa tanda jasa merupakan paling ampuh yang sampai sekarang diterapkan kepada para guru.Tidak boleh mengeluh dengan kondisi yang ditemukan di lapangan yang menghambat jalannya proses belajar mengajar.

  1. Penguasaan Bahan Ajar

Dipertegas oleh Hudoyo(1990:16) bahwa penguasaan bahan ajar oleh guru sangat membantu dalam mengajar .Sebab mengajar adalah suatu proses mengkomunikasikan pengetahuan keoada peserta didik

Hal ini berarti bahwa dalam proses komunikasi dengan peserta didik, faktor penguasaan bahan ajarlah yang dapat memampukan guru dalam mengkomunikasikan bahan ajarnya.

Penguasaan itu akan tampak pada kemampuan guru dalam men­jelaskan, mengorganisasikan bahan ajar, dan sikap guru. Semakin baik penguasaan bahan ajar oleh guru, maka kemampuan guru dalam menjelaskan dan mengorganisasikan bahan ajar juga se­makin baik.

  1. Kemampuan mengelola pembelajaran

Kemampuan mengelola dipertegas Sanjaya (2005: 150) menjelaskan bahwa salah satu tugas guru adalah mengelola sumber belajar untuk me­wujudkan tujuan belajar.

Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kemampuan mengelola pem­belajaran merupakan upaya guru dalam mengelola pembelajaran selama proses pembelajaran berlangsung dengan dimensi:

  1. Menciptakan dan memelihara kondisi pembelajaran yang optimal

1)         Menunjukkan sikap tanggap,

2)         Memberi perhatian dan petunjuk yang jelas,

3)         Menegur/memberi ganjaran dan memberi penguatan

4)         Mengatur ruangan belajar sesuai kondisi kelas

  1.  Melaksanakan kegiatan pembelajaran,

1)       membuka pembelajaran,

2)       melaksanakan pem­belajaran,

3)         melakukan penilaian dan tindak lanjutnya terhadap  kegiatan pem­belajaran,

4)       menutup pembelajaran-,

  1. Membina hubungan yang positif dengan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

1)         membantu mengembangkan sikap positif pada diri siswa,

2)         bersikap luwes dan terbuka terhadap siswa,

3)         menunjuk­kan kegairahan dan kesungguhan dalam   mengajar,

4)         mengelola interaksi perilaku siswa di dalam kelas.

  1. Tumbuh Sikap Kreatif dan Inovatif

Seorang guru dituntut untuk mempunyai daya kreatifitas yang memadai.Kreatifitas ini menjadi tuntutan untuk menunjang keberlangsungan proses belajar mengajar agar dapat berjalan dengan baik di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan yangoleh pemerintah belum sepenuhnya mampu untuk memenuhinya.Gunakan metode-metode dan teknik belajar yang sesuai dengan keberadaan siswa siswi yang dihadapinya.

Penting bagi seorang guru untuk menciptakan sebuah innovasi agar anak didik dapat menyerap proses pendidikan secara baik sehingga nantinya dapat dihasilkanlulusan-lulusan yang berkualitas.

  1. Komitmen terhadap tugas

Guru merupakan faktor yang pertama dan utama yang mempengaruhi pelak­sanaan kurikulum. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah harus diawali dengan adanya komitmen guru untuk menjalankan tugas yang aktif, kreatif dan inovatif.

Komitmen adalah suatu keberpihakkan diri terhadap suatu pe­kerjaan atau tugas atas dasar loyalitas, tanggung jawab, dan keterlibatan secara psikologis dalam tugas, seperti ke­banggaan rela  berkorban.
Komitmen tersebut dapat diraih me­lalui beberapa aktivitas, antara lain:

1)      membangun arti penting tugas yang menjadi tanggung jawab,

2)      menye­derhanakan berbagai tugas yang rumit,

3)       berorientasi terhadap penyelesaian tugas.

  1. Adanya Sertifikasi

Dalam Pasal 1 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan disebutkan bahwa “sertifikasi bagi guru dalam jabatan adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dalam jabatan”.

Sertifikasi guru merupakan suatu pengakuan/ lisensi yang diberikan kepada guru untuk melaksanakan tugas dan wewenang sebagai profesi di bidang kependidikan. Konsekuensi dengan adanya sertifikasi dan lisensi guru menuntut pendidikan dan pengembangan kemampuan guru, sehingga guru tersebut memiliki standar profesi yang dicerminkan dari kompetensi yang dimilikinya.

Seorang guru harus memiliki standar kompetensi agar mendapat sertifikasi untuk melaksanakan tugas dan wewenang sebagai tenaga kependidikan yaitu meliputi: 1) kompetensi pedagogik, 2) kompetensi kepribadian, 3) kompetensi sosial,dan kompetensi professional.

Dalam Pasal 1 ayat (2) dinyatakan bahwa “sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diikuti oleh guru dalam jabatan yang telah memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat(D-IV)”.

Adapun manfaat sertifikasi guru antara lain adalah (1) melindungi profesi guru dari praktek-praktek yang tidak kompeten (malpraktik), yang dapat merusak citra profesi guru, (2) melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional.

Sertifikasi guru mempunyai tujuan untuk (1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, (2) meningkatkan profesionalitas guru, termasuk di dalamnya kesejahteraan guru, (3) meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, (4) meningkatkan martabat guru.

  1. Harus Kompeten

Guru harus berkompeten dalam proses pembelajaran.Guru harus memiliki suatu performansi (kemampuan) yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, proses berpikir, penyesuaian diri, sikap dan nilai-nilai yang dianut dalam melaksanakan profesi sebagai guru. Dalam melaksanakan kegiatan, seorang guru berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus sesuai dengan kompetensinya.

KESIMPULAN DAN SARAN

 

  1. A.                Kesimpulan

Tulisan sederhana ini menjadi masukan dan pertimbangan untuk membangun inspirasi kita .Ternyata dalam dunia pendidikan kita masih tersimpan problem yang membutuhkan penanganan.Salah satunya adalah komponen guru yang perlu saat ini membutuhkan peningkatan keefektifan kerjanya.

Ada beberapa tuntutan-tuntutan yang harus dipenuhi guru demi keoptimalan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,yaitu:

  1. Kualifikasi akademis
  2. Adanya motivasi yang tinggi
  3. Tumbuhnya rasa pengabdian yang tulus
  4. Kemapuan mengelola pembelajaran
  5. Tumbuh sikap kreatif dan inovatif
  6. Komitmen terhadap tugas
  7. Adanya sertifikasi
  8. Harus kompeten

 

  1. B.     Saran
    1. Sebagai pemegang kesuksesan generasi pendidikan,guru seharusnya bertahan dalam eksistensinya sebagai guru yang benar-benar mampu membawa anak didiknya ke penciptaan lulusan yang diharapkan.
    2. 2.            Dengan adanya tuntutan-tuntutan tersebut,guru diharapkan dengan sangat tulus menjalankan semua tugas yang diembannya dengan penuh tulus iklas sebagai perwujudannya bahwa guru adalah sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.

 

                            DAFTAR PUSTAKA

 

Dr. E. Mulyasa, M.pd. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Sardiman AM. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo

Mulyasa.2005. Menjadi Guru Profesional. Mencipta­kan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan.Bandung:Rosdakarya.

http://www.gudangmateri.com/2010/06/kinerja-dan-kompetensi-guru.Download :14 Maret 2011 jam 09.00 WIB.

http://www.infoskripsi.com/Article/Profesionalisme-Guru.Download :14 Maret 2011 jam 10.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s